Pengaruh Kinerja Dua Simpang Bersinyal Berdekatan Terhadap Kualitas Udara di Simpang Kesamben, Kabupaten Blitar

Authors

  • Muhyidin Muchammad Institut Teknologi Nasional Malang Author
  • Nusa Sebayang Author
  • Mohammad Erfan Author

DOI:

https://doi.org/10.70182/jca.v2i2.968

Keywords:

Simpang Bersinyal, Kinerja Lalu Lintas, Kualitas Udara, Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO₂)

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas di Kabupaten Blitar, khususnya pada persimpangan Jalan Stasiun dan Terminal Kesamben, menimbulkan permasalahan berupa kemacetan dan penurunan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dua simpang bersinyal yang berdekatan serta mengkaji hubungannya dengan konsentrasi polutan udara ambien. Data primer yang dikumpulkan meliputi volume lalu lintas, geometri simpang, serta kualitas udara (parameter CO dan NO₂) yang diukur di lokasi penelitian. Analisis kinerja lalu lintas dilakukan menggunakan pedoman PKJI (2023), sedangkan kualitas udara dianalisis berdasarkan baku mutu Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sesuai peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua simpang memiliki derajat kejenuhan (DJ) > 0,85 sehingga tergolong dalam kategori pelayanan rendah dengan tundaan dan panjang antrian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan lebih lama berhenti dan menambah emisi gas buang. Hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan konsentrasi CO dan NO₂ meningkat seiring tingginya tundaan, meskipun secara umum masih berada di bawah ambang batas ISPU. Analisis regresi sederhana memperlihatkan adanya hubungan positif antara tundaan lalu lintas dengan konsentrasi polutan udara, di mana semakin tinggi tundaan maka semakin tinggi pula emisi CO dan NO₂. Sebagai alternatif perbaikan, penelitian ini mengusulkan pengaturan ulang waktu siklus sinyal, pelebaran pendekat jalan, serta perubahan fase sinyal. Prediksi untuk lima tahun mendatang menunjukkan perlunya tindakan perbaikan segera agar kinerja simpang tetap terkendali dan kualitas udara di kawasan tetap terjaga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, D. P., Annisa, N., Riduan, R., & Prasetia, H. (2021). Konsentrasi karbon monoksida dan nitrogen dioksida pada ruas Jalan Kuin Utara dan Kuin Selatan Kota Banjarmasin. Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa, 4(1), 21–32.

Alamsyah, A. A. (2005). Rekayasa lalu lintas. Universitas Muhammadiyah Malang.

Aritenang, W. (2019). Isu lingkungan dan perubahan iklim pada transportasi (udara, laut, darat dan kereta api). ITB Press.

Gujarati, D. (2001). Ekonometrika dasar. Erlangga.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (1996). Pedoman teknis persimpangan. Departemen Perhubungan.

Igini, M. (2022). Deforestasi dan eutrofikasi ekosistem akibat deposisi nitrogen. Earth.org. https://earth.org/history-of-air-pollution/

Kementerian Perhubungan. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 96 Tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2023). Pedoman kapasitas jalan Indonesia. Direktorat Jenderal Bina Marga.

Mallongi, A., & Ernyasih. (2024). Krisis udara segar: Dampak gas buang bagi kesehatan. Deepublish.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2010). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010 tentang pelaksanaan pengendalian pencemaran udara di daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010.

Siregar, F. A. (2020). Pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di kawasan perkotaan. Jurnal Transportasi, 10(2), 55–63.

Sugeng, R. (2014). Rekayasa dan manajemen lalu lintas: Teori dan aplikasi. PT Leutika Nouvalitera.

Winahyu, R. (2023). Pengertian analisis korelasi, materi bab 3 statistika kelas XI SMA kurikulum merdeka. Nakita Grid. https://nakita.grid.id/read/023681143/

Yuliara, I. M. (2016). Regresi linear sederhana. Universitas Udayana.

Published

2025-08-28

How to Cite

Pengaruh Kinerja Dua Simpang Bersinyal Berdekatan Terhadap Kualitas Udara di Simpang Kesamben, Kabupaten Blitar. (2025). Jurnal Cakrawala Akademika, 2(2), 254-268. https://doi.org/10.70182/jca.v2i2.968

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 180

You may also start an advanced similarity search for this article.