Penurunan BOD Limbah Cair Tahu dan Limbah Cair Tapioka Melalui Proses Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Melati Air(Echinodorus Palaefolius)

Authors

  • Rio Dwi Iryanto Universitas Malahayati Author
  • Natalina Universitas Malahayati Author
  • Hardoyo Universitas Malahayati Author

DOI:

https://doi.org/10.70182/jca.v3i1.2135

Keywords:

BOD, Fitoremediasi, Limbah Cair Tapioka, Limbah Cair Tahu, Melati Air (Echinodorus Palaefolius)

Abstract

Industri tahu dan tapioka merupakan sektor industri rumah tangga yang menghasilkan limbah cair dengan beban organik tinggi, terutama ditinjau dari parameter Biological Oxygen Demand (BOD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman melati air (Echinodorus palaefolius) dalam menurunkan kadar BOD pada limbah cair tahu dan limbah cair tapioka melalui proses fitoremediasi. Penelitian dilakukan selama 15 hari menggunakan reaktor fitoremediasi dengan konsentrasi limbah sebesar 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman melati air mampu menurunkan kadar BOD secara signifikan pada kedua jenis limbah. Nilai BOD awal limbah tahu sebesar 275 mg/L menurun menjadi 93 mg/L dengan efektivitas penurunan sebesar 66,18%, sedangkan nilai BOD awal limbah tapioka sebesar 358 mg/L menurun menjadi 108 mg/L dengan efektivitas sebesar 69,83%. Penurunan BOD paling signifikan pada kedua jenis limbah terjadi pada periode hari ke-0 hingga hari ke-5, di mana limbah tahu menunjukkan penurunan sebesar 38,77%. Sementara itu, pada limbah tapioka, efektivitas penurunan terbesar terjadi pada periode hari ke-5 hingga hari ke-10 sebesar 41,93%. Perbedaan penurunan ini disebabkan oleh karakteristik limbah tapioka yang didominasi oleh senyawa amilum yang lebih mudah terdegradasi dibandingkan protein kompleks yang terdapat pada limbah tahu. Keberhasilan proses fitoremediasi didukung oleh sinergi antara jaringan aerenkim tanaman dalam mendistribusikan oksigen ke zona perakaran dan aktivitas mikroorganisme rizosfer dalam mendegradasi bahan organik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Chakrabarty, E. Olguin, & W. Anderson. (2003). Effects of plants and microorganisms in constructed wetland for wastewater treatment.

Adinata, C. (2020). Efektivitas Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam Pengolahan Limbah Cair Domestik dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry, 7–25.

Ain, S. Z., & Noviana, L. (2021). Efektivitas Melati Air dalam Menurunkan Kadar BOD, COD dan TSS pada Air Limbah Laundry. Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.36441/seoi.v1i1.167

Bangun, A. R., Aminah, S., Hutahaean, R. A., Ritonga, M. Y., Kimia, D. T., Teknik, F., & Utara, U. S. (2013). Pengaruh kadar air, dosis dan lama pengendapan koagulan serbuk biji kelor sebagai alternatif pengolahan limbah cair. Jurnal, 2(1), 7–13.

Damayanti, H. O., Husna, M., & Harwanto, D. (2021). Analisis karakteristik fisik, BOD, DO, COD, TS, TSS, TDS pada limbah cair di pabrik tahu Kuring Sewon. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 17(1), 73–84. https://doi.org/10.33658/jl.v17i1.222

Dewi, P. S., Rini, I., Ari, D., & Meidiana, C. (2023). Proses produksi tahu di Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Jurnal, 12(0341), 57–64.

Dwi Susanto, A., Malikha Gresiyanti, D., Berliana Wijaya, C., Zakky Mubarak, M., Rachmadiarti, F., Fitrihidajati, H., & Leilani Eka Putri, I. (2021). Kemampuan Melati Air (Echinodorus palaefolius) sebagai agen fitoremediasi Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS) deterjen. Prosiding SEMNAS BIO 2021 Universitas Negeri Padang, 72, 845–856.

Hayati. (2005). Fitoremediasi dan Potensi Tumbuhan Hiperakumulator. Bab 4, 35–40.

Jurnal Ilmu Lingkungan. (2012). Teknik bioremediasi sebagai alternatif dalam upaya pengolahan pencemaran lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(1), 38–48.

Lupitasari, D., Melina, M., & Kusumaningtyas, V. A. (2020). Pengaruh cahaya dan suhu berdasarkan karakter fotosintesis Ceratophyllum demersum sebagai agen fitoremediasi. Jurnal, 1, 33–38.

Melati, I. (2020). Pusat Penelitian Limnologi LIPI. Rahayu 2005, 272–286.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014.

Muhajir, M. S. (2013). Penurunan limbah cair BOD dan COD pada industri tahu menggunakan tanaman cattail (Typha angustifolia) dengan sistem constructed wetland. Jurnal, 1.

Purwaningsih, D., Wulandari, I., & Aditya, A. (2021). Pemanfaatan cangkang telur ayam sebagai biosorben untuk penurunan COD pada limbah cair pabrik batik. Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan I, 507–512.

Rismawati, D., Thohari, I., & Rochmalia, F. (2020). Efektivitas tanaman kayu apu dalam menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair industri tahu. Jurnal, 11(5), 10–13.

Riyanti, A., Kasman, M., & Riwan, M. (2019). Efektivitas penurunan Chemical Oxygen Demand (COD) dan pH limbah cair industri tahu dengan tumbuhan Melati Air melalui sistem Sub-Surface Flow Wetland. Jurnal Daur Lingkungan, 2(1), 16. https://doi.org/10.33087/daurling.v2i1.19

Setyowati, L. (2022). Analisis Kandungan pada Limbah Cair dan Padat Industri Tahu di UMKM Tahu Kuring Pak Yusuf Yogyakarta. Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan.

Sukono, G. A. B., Hikmawan, F. R., Evitasari, E., & Satriawan, D. (2020). Mekanisme fitoremediasi: Review. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), 2(2), 40–47. https://doi.org/10.35970/jppl.v2i2.360

Supratini. (2002). Pengaruh limbah industri terhadap lingkungan di Indonesia. Media Litbang Kesehatan, 7, 10–19.

Taher, J. H. T. (2015). Jurnal Biology Science & Education, 4(1), 83–93.

Tetanika, D., Setiajaya, A., Malahayati, U., Lampung, B., Permai, K., & Lampung, K. B. (2026). Kinerja lagoon digester dalam pengolahan limbah cair industri tapioka sebagai bahan baku. Jurnal, 3(1), 148–157.

Unisah, S., & Akbari, T. (2020). Pengolahan limbah cair tahu dengan metode fitoremediasi tanaman Azolla microphylla pada industri tahu B Kota Serang. Jurnalis, 3(2), 73–86.

Vania, N. W., & Dwi Astuti, S. K. M., M. K. (2015). Keefektifan tanaman kiambang (Salvinia molesta) dalam menurunkan kadar BOD pada limbah cair industri tahu. Proceedings of the National Academy of Sciences, 3(1), 1–15.

Widayatno, T., & Sriyani. (2008). Pengolahan limbah cair industri tapioka dengan menggunakan metode elektroflokulasi. Prosiding Seminar Nasional Teknoin Bidang Teknik Kimia dan Tekstil, 84–89.

Published

2026-08-16

How to Cite

Penurunan BOD Limbah Cair Tahu dan Limbah Cair Tapioka Melalui Proses Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Melati Air(Echinodorus Palaefolius). (2026). Jurnal Cakrawala Akademika, 3(1), 241-249. https://doi.org/10.70182/jca.v3i1.2135

Similar Articles

1-10 of 64

You may also start an advanced similarity search for this article.