Analisis Peran Kearifan Lokal dalam Praktik Hukum Keluarga di Indonesia: Perspektif ‘Urf dan Al-Adah
DOI:
https://doi.org/10.70182/jca.v2i6.1922Keywords:
kearifan lokal, ‘urf, al-‘adah, hukum keluarga Islam, living law.Abstract
Penelitian ini menganalisis peran kearifan lokal dalam praktik hukum keluarga Islam di Indonesia melalui perspektif epistemologi ‘urf dan al-‘adah. Indonesia sebagai laboratorium hukum pluralistik yang mempertemukan hukum negara, hukum Islam, dan hukum adat memerlukan proses pribumisasi hukum guna menyelaraskan teks keagamaan yang bersifat universal dengan dinamika budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, perbandingan, dan perundang-undangan melalui kajian literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan hierarkis antara kearifan lokal, al-‘adah, dan ‘urf, di mana kearifan lokal berfungsi sebagai fase pra-normatif, al-‘adah sebagai perilaku sosial yang berulang, dan ‘urf sebagai bentuk adat yang telah terverifikasi syariat sehingga dapat dijadikan hujjah atau sumber hukum. Meskipun Mazhab Syafi’i menempatkan supremasi teks sebagai landasan utama, praktik hukumnya tetap membuka ruang akomodasi adat melalui kaidah Al-‘Adatu Muhakkamah. Dalam praktik hukum keluarga Islam, kearifan lokal yang memenuhi kriteria ‘urf shahih, seperti pranata harta bersama (gono-gini) dan sistem kewarisan matrilineal Minangkabau, terbukti berfungsi sebagai instrumen pembentukan hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa yang adil, responsif gender, dan ramah HAM. Sebaliknya, adat yang bersifat eksploitatif, seperti pernikahan anak di Madura dan komersialisasi uang panai yang berlebihan, dikategorikan sebagai ‘urf fasid dan ditolak dalam hukum Islam. Dengan demikian, integrasi budaya secara selektif menunjukkan bahwa hukum Islam di Indonesia tetap berkembang sebagai living law yang adaptif dan emansipatif.
Downloads
References
Ach Maimun. (2017). Memperkuat ’Urf dalam Pengembangan Hukum Islam. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, (Vol. 12 No. 1 (2017)), 22–41. http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/1188/948
Afrinald Rizhan. (2024). Kedudukan Al-‘Adah Dan Al-‘Urf sebagai Sumber Hukum Islam. Jurnal Gagasan Hukum, (Vol. 6 No. 01 (2024): JURNAL GAGASAN HUKUM), 77–93. https://journal.unilak.ac.id/index.php/gh/article/view/19526/6505
Agus, H. (2021). Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah Dalil Dan Metode Penyelesaian Masalah-Masalah Kekinian. Malang: Cv. Literasi Nusantara Abadi.
Agustina, S., Sandora, L., Nabila, Hanifa, K., & Mubarok, A. N. (2025). Filosofi Sistem Kekerabatan Matrilineal Sebagai Warisan Budaya Minangkabau. Jurnal Genesis Indonesia, 4(02), 135–147. https://doi.org/10.56741/jgi.v4i02.1008
al-Zuḥailī, W. (2021). Terjemah Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Gema Insani. http://archive.org/details/terjemah-fiqih-islam-wa-adillatuhu-mktbhazzaen
Assembly, U. G. (1979). Convention on the elimination of all forms of discrimination against women. Retrieved April, 20, 2006.
Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian budaya bangsa (local genius). Pustaka Jaya.
Azis, N. ’Azima, & Lestari, P. (2018). PERGESERAN MAKNA BUDAYA UANG PANAI’ SUKU BUGIS (STUDI MASYARAKAT KELURAHAN MACINNAE, KECAMATAN PALETEANG, KABUPATEN PINRANG, SULAWESI SELATAN). E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(6). https://doi.org/10.21831/e-societas.v7i6.12678
Binarsa. (2025). PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM PRAKTIK PENEGAKAN HUKUM ISLAM DI KOMUNITAS MUSLIM INDONESIA. Journal of Scientech Research and Development, 7(2), 130–142. https://doi.org/10.56670/jsrd.v7i2.1323
Duderija, A. (2016). The Custom (ʿurf) Based Assumptions Regarding Gender Roles and Norms in the Islamic Tradition: A Critical Examination. Studies in Religion/Sciences Religieuses, 45(4), 581–599. https://doi.org/10.1177/0008429815596549
Fadhil, M. (2025a). Harta Bersama Perspektif Syariah dan ’Adah (Kebiasaan): Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 1059–1070. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1679
Fadhil, M. (2025b). Harta Bersama Perspektif Syariah dan’Adah (Kebiasaan): Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1059–1070.
Fahrullah, A. F. (2018). URGENSI KAIDAH AL ‘URF DALAM MENERAPKAN HUKUM SYARA.’ Al-Bayyinah, 2(2), 13–26. https://doi.org/10.35673/al-bayyinah.v2i2.48
Harun, M., & Fauziah, F. (2014). KONSEP ‘URF DALAM PANDANGAN ULAMA USHUL FIQH (℡A’AH HISTORIS). Nurani: jurnal kajian syari’ah dan masyarakat, 14(2), 13–25. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Nurani/article/view/107
Hidayat, R. (2024). SISTEM KEKERABATN DAN SISTEM KEKERABATAN PARENTAL DALAM ADAT MINANGKABAU. JURNAL CERDAS HUKUM, 3(1), 143–150. https://ejournal.instituthidayatullahbatam.ac.id/index.php/jurnal-cerdas-hukum/article/view/340
Irfandi, I. (2025). Peran dan Penerapan ‘Urf dalam Pembaharuan Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 6(2), 611–621. https://doi.org/10.55357/is.v6i2.1011
Islami, F., Ibrohim, B., & Islami, A. (2023). Relasi Agama Dan Budaya Bangsa Dalam Gagasan Abdurahman Wahid Tentang Pribumisasi Islam. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 13(2), 183–198. https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v13i2.1771
Janah, S. (2023). Eksistensi ‘urf sebagai metode dan sumber hukum Islam. Al Manar, 1(1).
Khallaf, P. A. W. (t.t.). Ilmu Usuf Fikih. Toha Putra.
Lukito, R. (2013). Legal Pluralism in Indonesia: Bridging the Unbridgeable. Routledge.
Mahmud, M. (2022). Eksistensi ‘Urf dan Adat Kebiasaan Sebagai Dalil Metode Hukum Islam. Al-Mau’izhah: Jurnal Ilmu Keislaman dan Ilmu-Ilmu Sosial, 8(2), 221–236.
Marzuki, P. D. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.
M.H, D. J. E., S. H. I., & M.Hum, P. D. J. I., S. H. ,. S. E. ,. M. M. (2018). Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Prenada Media.
Muhammad Furqan; Syahrial Syahrial. (2022). Kedudukan ‘Urf sebagai Sumber Hukum dalam Mazhab Syāfi’ī. Jurnal Al-Nadhair, (Vol 1 No 02 (2022): Al-Nadhair), 68–118. https://jurnal.mahadalymudi.ac.id/index.php/Al-Nadhair/article/view/9/23
Rahardjo, S. (1979). Hukum dan perubahan sosial: Suatu tinjauan teoretis serta pengalaman-pengalaman di Indonesia. Alumni.
Rahmadi, D. J. (2020). Eksistensi Hukum Keluarga Islam dan Hukum Adat di Indonesia. Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, 1(1), 39–46. https://www.jurnal.stisda.ac.id/index.php/wathan/article/view/7
Razan, A. S., Gunawan; Lestari, Dira; Ibrahim, Maulana. (2023). Local Wisdom Nasional RI Yang Mendunia. Jurnal Pendidikan Transformatif, (Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023), 174–182. https://jupetra.org/index.php/jpt/article/view/443/413
Saepullah, A., Aziz, A., Widayanti, I., Nafi’Hasbi, M. Z., & Muhammad, A. A. (2025). A Contemporary Socio-Legal Evaluation of Indonesia’s Post-Reformation Child Marriage Policies. MILRev: Metro Islamic Law Review, 4(2), 1393–1426.
Soekanto, S. (2006). Pengantar penelitian hukum. (No Title). https://cir.nii.ac.jp/crid/1130000798017116160
Taufan, A., Nendissa, J. I., Sinurat, J., Bormasa, M. F., Tita, H. M. Y., Surya, A., Hehanussa, D. J. A., Ratri, W. S., Lewerissa, Y. A., & Nuraeni, A. (2023). KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM) INDONESIA. CV WIDINA MEDIA UTAMA. https://repository.penerbitwidina.com/publications/564974/
Waheeda, W., Mutakin, A., Isroiliyah, I., Lubis, R., & Saujan, I. (2025). The Dynamic Interplay: A Normative-Philosophical Study of Islam and Local Wisdom in Indonesia. ASEAN Journal of Islamic Studies and Civilization (AJISC), 2(1), 61–91. https://doi.org/10.62976/ajisc.v2i1.1369
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Ihsan Khoirudin, Isnatin Ulfah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










