Pengaruh Halaqah Pagi terhadap Pembatasan Screen Time di Smk 6 Balikpapan
DOI:
https://doi.org/10.71417/ije.v3i2.2104Keywords:
halaqah pagi , pembatasan screentime, pendidikan karakter , regulasi diri , siswa SMKAbstract
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah meningkatkan intensitas penggunaan perangkat elektronik di kalangan remaja, sehingga memunculkan berbagai persoalan, termasuk tingginya durasi screen time yang berpotensi memengaruhi proses belajar, kesehatan mental, serta pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan Halaqah Pagi terhadap pembatasan screen time pada siswa SMK Negeri 6 Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif untuk menguji hubungan antara variabel independen dan dependen. Sampel penelitian berjumlah 12 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert empat tingkat yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi uji normalitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,343 yang mengindikasikan hubungan positif antara Halaqah Pagi dan pembatasan screen time. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,143 menunjukkan bahwa Halaqah Pagi menjelaskan 14,3% variasi pembatasan screen time, sedangkan 85,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Meskipun demikian, hasil uji hipotesis memperoleh nilai t sebesar 1,294 dengan tingkat signifikansi 0,225 (p > 0,05), sehingga pengaruh Halaqah Pagi terhadap pembatasan screen time tidak terbukti signifikan secara statistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa Halaqah Pagi memiliki kecenderungan memberikan pengaruh positif terhadap pembatasan screen time, namun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan program pembinaan karakter berbasis religius yang dipadukan dengan literasi digital, peningkatan kemampuan regulasi diri, serta penguatan peran orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi oleh peserta didik.
Downloads
References
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.
UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education—A tool on whose terms? UNESCO Publishing.
Virós-Martín, C., Montaña-Blasco, M., & Jiménez-Morales, M. (2024). Can't stop scrolling! Adolescents' patterns of TikTok use and digital well-being self-perception. Humanities and Social Sciences Communications, 11, Article 558.
World Health Organization Regional Office for Europe. (2024). A focus on adolescent social media use and gaming in Europe: Health Behaviour in School-aged Children (HBSC) international report. WHO Regional Office for Europe.
World Health Organization. (2024, September 25). Teens, screens and mental health.
Zimmerman, B. J. (2010). Self-regulated learning: Theories, measures, and outcomes. Dalam P. Peterson, E. Baker, & B. McGaw (Eds.), International encyclopedia of education (3rd ed., pp. 541–546). Elsevier.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ihwanudin, Yusuf Iskandar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












