Klarifikasi Patriarki dalam Hadis Sujudnya Istri terhadap Suami

Authors

  • Aulia Imani uin raden fatah Author
  • Muhajirin Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author
  • Hedhri Nadhiran Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Author

DOI:

https://doi.org/10.70182/jca.v2i5.853

Keywords:

Hadis, Patriarki, Sujud

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk memahami hadis sujudnya istri terhadap suami yang kerap dianggap misogini dan menjadi landasan guna mendiskriminasi perempuan khususnya dalam ruang lingkup rumah tangga sehingga dapat memicu langgengnya budaya patriarki. Laki-laki seringkali memiliki peran otoriter karena menjadi kepala atau pemimpin rumah tangga sehingga tak sedikit yang menganggap bahwa tugas domestik rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak pantas dikerjakan oleh laki-laki. Sedangkan perempuan cenderung dianggap memiliki derajat di bawah laki-laki yang bahkan menurut adat pekerjaan domestik rumah tangga adalah murni tanggung jawab seorang istri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, berdasarkan sumber data primer dan juga sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun berbagai referensi seperti jurnal buku artikel ataupun laporan resmi lainnya yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat makna tersirat dibalik hadis sujudnya istri terhadap suami yang ditinjau dari berbagai aspek. Dan jika dipahami secara kontekstual hadis tersebut tidak mengandung misogini atau diskriminasi terhadap perempuan. Yang mana dibalik kewajiban istri yang harus taat kepada suami terdapat segudang tanggung jawab suami yang harus dipenuhi atas istrinya sehingga dari hadis sujudnya istri terhadap suami ini mendukung terjalinnya keseimbangan antara suami dan istri dalam menjalankan peran masing-masing demi terciptanya keluarga sakinah mawadah warahmah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfaizi, M. Q. (2022). Building gender equality in family life from the perspective of Islamic law. Jurnal Restorasi Hukum.

Anhary, T. P. (2023). Islamic sociological study on patriarchy and gender bias in Madura. Sosial dan Budaya.

Clarissa, J. A. (2023). Patriarchal culture in lower-middle-class society from the perspective of existentialist feminism of Simone de Beauvoir. Gunung Djati Conference Series.

Damanhuri. (2016). Discussion of hadith on women’s position. Substantia.

Fatimah, A. C. (2020). Study of matan and sharh of hadith regarding obligatory bathing for women experiencing wet dreams. FiTUA: Jurnal Studi Islam.

Imtyas, R. (2020). Methods of sanad and matan criticism. Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin.

Kholis. (2022). Understanding hadith on male leadership over women in the Indonesian context. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam.

Kumalasari, R. (2020). Women and obedience: Analysis of hadith on wife’s submission to husband. JSGA.

Malik, M., & Ummah, A. A. K. (2021). Wife obedience to husband in the perspective of the Prophet: A tahlili study. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 23(1).

Modiano, J. Y. (2021). The influence of patriarchal culture and its relation to domestic violence. Sapientia et Virtus, 6(2).

Mubarokah, L. (2021). Women in Islam. Journal of Islamic Studies and Humanities, 6(1).

Munjiah, M., & Hidayah, Y. R. (2017). Husband’s rights in religious texts and the disharmony of modernity. Egalita, 12(2).

Nasruloh, M. N., & Hidayat, T. (2022). Patriarchal culture in the household (Qur’anic text understanding and gender equality). YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 13(1).

Nur, K. K., Usman, J., & Malik, I. (2022). The relevance of patriarchal culture in bureaucracy. Journal of Public Policy and Management, 4.

Nurhayati, N. (2022). Takhrij of hadith on Muslim women’s characteristics in Syakhshiyah al-Mar’ah al-Muslimah by Muhammad Ali Al-Hasyimi. Jurnal Riset Agama, 2(2).

Ponto, R. A. J., Tampake, T., & Lauterboom, M. (2024). Feminist historiography in the colonial era: Domestication as resistance of Minahasan women. Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi.

Rahmania, A. Z., Rosandi, N. S., Fazila, G. A., & Ananti, V. M. (2023). Religious perspectives in Indonesia on patriarchal culture and its impact on victims. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer.

Shamsudin, R., & Dahlan, N. (2019). Wife prostrating upon the husband from the perspective of fiqh al-hadith. The European Proceedings of Social & Behavioural Sciences.

Siska, V. (2024). Deconstructing patriarchal culture in Qur’anic interpretation. UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Swari, P. R. (2023). Patriarchal culture and challenges in freedom of expression (Analysis using Ralf Dahrendorf’s conflict theory). Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2).

Syahida, I. (2023). Division of domestic roles in hadith from the perspective of Qira’ah Mubadalah. UIN Sunan Kalijaga.

Taufiqotuzzahro, A. N. (2019). Hermeneutical reading of hadith on wife prostration to husband: Hans-Georg Gadamer’s perspective. Jurnal Living Hadis.

Wulandari, M. A. S. (2023). Prostration to fellow humans in marital relations from the perspective of mubadalah theory. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Published

2026-04-19

How to Cite

Klarifikasi Patriarki dalam Hadis Sujudnya Istri terhadap Suami. (2026). Jurnal Cakrawala Akademika, 2(5), 659-667. https://doi.org/10.70182/jca.v2i5.853

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.