Menghadapi Alienasi Modernitas: Integrasi Aspek Biologis, Kejiwaan, dan Spiritual dalam Konsep Diri Perspektif Islam

Authors

  • Najla Setiadi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Author
  • Vika Febiona Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Author
  • Nurul Adzkia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Author
  • Khaerunnisa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Author
  • Muhammad Dhowi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Author
  • Radysta Maharani Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Author
  • Evvi Hamidah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Author

DOI:

https://doi.org/10.70182/jca.v3i1.2042

Keywords:

alienasi, modernitas, konsep diri Islam, jism, nafs, ruh

Abstract

Perkembangan modernitas yang ditandai oleh kemajuan teknologi, globalisasi, dan kapitalisme telah memberikan berbagai kemudahan bagi kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan fenomena alienasi yang ditandai dengan keterasingan individu dari dirinya sendiri, lingkungan sosial, serta tujuan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab alienasi manusia modern serta mengkaji konsep diri dalam perspektif Islam sebagai solusi melalui integrasi dimensi jasmani (jism), jiwa (nafs), dan ruh (ruh). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan, serta didukung oleh kajian ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hakikat manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alienasi modern dipengaruhi oleh dominasi materialisme, kapitalisme, sekularisasi, dan ketergantungan terhadap validasi sosial di era digital sehingga memicu krisis identitas, kehilangan makna hidup, serta melemahnya hubungan spiritual manusia dengan Allah Swt. Perspektif Islam menawarkan solusi yang bersifat holistik melalui integrasi dimensi jism, nafs, dan ruh yang diwujudkan melalui pemeliharaan kesehatan fisik, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), peningkatan kualitas ibadah, serta penguatan kesadaran ketuhanan (ma'rifatullah). Integrasi ketiga dimensi tersebut mampu membangun konsep diri yang seimbang, meningkatkan ketahanan psikologis, serta menjadi pendekatan komprehensif dalam mengatasi alienasi pada masyarakat modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, A., Oka Prastio, L., & Nur Effendi, S. (2021). Analisis Alienasi Sosial Karl Marx dalam Kebijakan Sistem Pemagangan Nasional Indonesia. Jurnal Identitas, 1(2), 48–61. https://doi.org/10.52496/identitas.v1i2.155

Al-Afif, M. (2026). Nilai tasawuf sebagai fondasi digital well-being. Advances in Education Journal, 3(2), 1950–1959. https://doi.org/10.61276/aej.v3i2.509

Alfi Wirda Mawaddah. (2024). Kajian Psikologi Islam: Integrasi Pendekatan Falsafi Dan Psikologi Modern. Nathiqiyyah, 7(2), 171–182. https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v7i2.1294

Anbiya, A. Z. (2023). Tazkiyatun Nafs dalam Mengembalikan Fitrah Manusia Modern. 7(1), 133–148.

Annisa Intan Maharani, Agnes Clara Nainggolan, Istiharoh Istiharoh, Pramasheila Arinda Putri, & Riyan Adhitya Pratama. (2023). Analisis Fenomena Penyimpangan Sosial: Tawuran Remaja Dalam Teori Anomie Emile Durkheim. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 2(3), 139–154. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i3.978

Anwar, R. K., & Rahman, M. T. (2023). Globalisasi dan alienasi: Dampak media sosial terhadap keterasingan manusia. Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.15408/it.v2i1.31456

Farmawati, C. (2021). Psikoterapi Profetik: Tujuh Sunnah Harian dari Rasulullah. Penerbit NEM.

Gontor, U. D. (n.d.). Tazkiyah al-nafs sebagai Terapi Penyakit Jiwa ( Tinjauan Hadis ). 22(1).

Habsy, B. A., Mufidha, N., Shelomita, C., Rahayu, I., & Muckorobin, M. I. (2023). Filsafat dasar dalam konseling psikoanalisis: Studi literatur.Indonesian Journal of Educational Counseling,7(2), 189-199. https://doi.org/10.30653/001.202372.266

Hariyanto, S. (2024). Analisis pemikiran Karl Marx dan dampak sosial media terhadap alienasi manusia. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(4), 25–34. https://doi.org/10.62383/socius.v1i4.203

Hayati, N. (2021). Konsep manusia berdasarkan tinjauan filsafat (Telaah aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi manusia). Forum Paedagogik, 12(1), 23.

Hisyam, C. J. (2023). Https://Doi.Org/10.61722/Jirs.V1I2.121. Kampus Akademik Publisin, 1(2), 127–131. https://doi.org/10.61722/jirs.v1i2.121

Julyati Hisyam, C., Jesica Simanjuntak, D., Tuffahati, F., Fakhria, I., & Ayu Safaatun, M. (2023). Menilik Budaya Penjara: Teori Struktural Fungsional Emile Durkheim. Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 1(3), 133–141. http://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura

Khamelia, E., Aditya, K., Baharuddin, A., & Al Maududi, A. A. (2026). Pengaruh shalat terhadap kesehatan mental dalam perspektif Islam: Tinjauan sistematis literatur tahun 2017-2026. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 2(2), 1421-1430. https://doi.org/10.5281/zenodo.10658421

Lubis, R., Sandi, R. R., Koto, M. K., Nadirah, Larasati, A., & Mawaddah, A. (2026). An-nafs dan ar-ruh. Vol. 10(1), 578–598.

Maslani, M., Yulianti, F., & Tauviqillah, A. (2023). Urgensi pendidikan jasmani dalam pendidikan Islam: Kajian konseptual hadits-hadits tarbawi. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 236–254.

Mawaddah, A. W., Shofiah, V., Rajab, K., Islam, U., Sultan, N., & Kasim, S. (2024). KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM : INTEGRASI PENDEKATAN FALSAFI. 7, 171–182.

Mulyadi, R. (2020). Ruhani dan Kesadaran Manusia. Malang: UMM Press.

Nurlina, N., & Bashori. (2025). Konsep “nafs” dalam Al-Qur'an: Analisis semantik terhadap dimensi psikologis dan spiritualitas dalam proses pembentukan karakter. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(3), 200–214. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i3.1819

Roziqoh, M. (2023). Konsep zuhud dalam mengatasi kehampaan spiritual manusia di era modern: Studi terhadap pemikiran Al-Ghazali. Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 21(1), 89-104. https://doi.org/10.21580/jsi.v21i1.19087

Sandy, A. I., & Uyun, Q. (2022). Ibadah sebagai sarana menumbuhkan mindfulness di masa quarter life crisis. Bandung Conference Series: Psychology Science, 2(3), 891-898. https://doi.org/10.29313/bcsps.v2i3.3990

Shilbi, M. D., Alfaruqi, A. K., Faladz, F., & Farabi, A. (2025). MEMBANGUN BENTENG JIWA : PENSUCIAN DIRI SEBAGAI PONDASI KESEHATAN MENTAL DAN SPIRITUAL GENERASI MUDA ISLAM. 4(2), 1–18.

Situmorang, T. (n.d.). PARADIGMA PSIKOLOGI ISLAM SUATU ALIRAN BARU DALAM PSIKOLOGI Oleh : 1–17.

Syarifuddin, A. (2024). Humanisasi dalam pendidikan Islam dan implikasi ma'rifatullah terhadap krisis spiritual manusia modern. Al-Idza'ah: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, 6(2), 112-126. https://doi.org/10.32332/al-idzaah.v6i2.133

Umar, M., & Hakim, L. (2023). Model integrasi konsep kesehatan dan kesempurnaan manusia dalam perspektif pendekatan bayani, burhani dan irfani. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(2), 112–125. https://doi.org/10.23917/jkk.v19i2.347

Warsah, I., Alfath, N., & Elfattah, A. (2026). Integrasi materi PAI berbasis faith-based mental health promotion dalam mengubah perilaku dan emosi individu. Iseedu: Journal of Islamic Education and Innovation, 10(1), 45-58. https://doi.org/10.23917/iseedu.v10i1.17849

WHO (2024), Adolescent Mental Health. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health

Zulkifli, Syafruddin, & Rehani. (2024). Dimensi jasmani dan rohani dalam perspektif Al-Qur'an: Membangun konsep manusia Qur'ani. Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat, 7(2), 175–185.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Menghadapi Alienasi Modernitas: Integrasi Aspek Biologis, Kejiwaan, dan Spiritual dalam Konsep Diri Perspektif Islam. (2026). Jurnal Cakrawala Akademika, 3(1), 25-35. https://doi.org/10.70182/jca.v3i1.2042

Similar Articles

11-20 of 273

You may also start an advanced similarity search for this article.