Sesajen Sebagai Gerbang Pengenalan Siswa Sekolah Dasar Terhadap Tradisi Kekerabatan di Daerah Salem
DOI:
https://doi.org/10.70182/jca.v2i3.1089Keywords:
Kekerabatan, Nilai Budaya, Pendidikan Dasar, Sesajen, TradisiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana relevansi dengan zaman saat ini, pola pikir masyarakat terhadap sesajen yang sebagian masyarakat mepercayainya dan sebagian masyarakat yang sudah tidak percaya lagi dengan sesajen. Banyak yang menyatakan bahwa sesajena adalah perbuatan musyrik ada juga sebagian masyarakat yang menyatakan bahwa sesajen adalah bentuk penghormatan terhadap leluhur, nenek moyang ataupun keluaraga yang sudah meninggal. Di sekolah dasar budaya sesajen ini adalah gerbang pengenalan untuk siswa memahami silsilah keluarga dan kekrabatan sehingga dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dan pengalaman lokal, tulisan ini menekankan pentingnya sesajen sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan sebagai sarana pembelajaran nilai gotong royong, religiusitas lokal, dan penghormatan antar generasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap sesajen tidak hanya memperluas wawasan kebudayaan, tetapi juga menguatkan nilai karakter seperti toleransi, rasa hormat, dan identitas kebangsaan.
Downloads
References
Aprilia, D. (2022). Persepsi masyarakat terhadap sesajen ruwatan. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 2(5), 8–13. https://doi.org/10.69957/tanda.v2i05.1848
Bilhaikiki, R. K. (2017). Fenomena gusaran (sunat wanita) sebagai tradisi budaya Sunda di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. E-Societas, 6(5), 1–11. https://journal.student.uny.ac.id/index.php/societas/article/download/9124/8795
Kholis, N. (2022). Makna tradisi sesajen dalam acara ewoh. Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu, 13(2), 161–175. https://doi.org/10.36417/widyagenitri.v13i2.489
Laxsniky, R. S., & Roibin, R. (2025). Tradisi ritual sesajen dalam pernikahan masyarakat Islam Aboge di Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang perspektif ‘urf. Holistik Analisis Nexus, 2(3), 16–22. https://doi.org/10.62504/nexus1227
Lukman, T. H., & Ropiah, O. (2023). Semiotika adat gusaran di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. JALADRI: Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda, 9(1), 1–6. https://doi.org/10.33222/jaladri.v9i1.3032
Miharja, D., Wahida, E., & Huriani, Y. (2021). Makna ritual sesajen dalam ajar pikukuh Sunda (Sunda Wiwitan) (Sudi terhadap penganut ajar pikukuh Sunda di Padepokan Bumi Dega Sunda Academy Bandung). Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 4(2). https://doi.org/10.14421/lijid.v4i2.2810
Quotations, P. B. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Garden City, NY: Doubleday.
Sains Riset, J., Ayuningsih, I., Martono, N., Baharuddin, N., Sosiologi, J., & Jenderal Soedirman, U. (2024). Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan gusaran di Desa Sukacita Kabupaten Cilacap. Jurnal Sains Riset, 14(3), 733–744. https://journal.unigha.ac.id/index.php/JSR
Sesajen, B., Kampung, D., & Girang, C. (2019). Akulturasi budaya–agama serta keselarasan dalam.
Setya Hartati, Y. (2024). Sesajen dalam prosesi pernikahan: Kajian antropologi. Journal of Islamic Law, 1(2), 1–5.
Sugiarti, S., & Fitriani, H. (2021). Analisis unsur semiotik sesajen pada upacara ruwatan anak Kendhana-Kendhini adat suku Jawa. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 13(1), 46–50. https://doi.org/10.30599/jti.v13i1.726
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rita Ninda Agustin, Wasino , Arghita Arcindy, Edi Kurniawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










